img 20260603 wa0046

NeoIndo.com: Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Trunodjoyo Madura.

NeoIndo.com, Bangkalan – Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) resmi mengantongi izin pembukaan Fakultas Kedokteran di tahun 2026, babak baru dalam sejarah pendidikan tinggi kedokteran di Madura.

Rektor UTM, Prof. Safi’, mengatakan terbitnya izin tersebut melalui proses yang cukup panjang dan penuh tahapan. Menurutnya, capaian itu menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Madura.

“Alhamdulillah izin Fakultas Kedokteran UTM sudah terbit melalui proses yang cukup panjang. Ini menjadi sejarah bagi perguruan tinggi di Madura,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Dia menjelaskan, Fakultas Kedokteran UTM menjadi yang pertama berdiri di perguruan tinggi negeri di Madura. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas akses pendidikan kedokteran bagi putra-putri daerah tanpa harus menempuh studi di luar pulau.

Kabar baik lainnya, UTM masih membuka peluang bagi calon mahasiswa baru untuk masuk ke Fakultas Kedokteran pada tahun akademik ini. Penerimaan akan dilakukan melalui jalur mandiri karena tahapan seleksi nasional telah berakhir.

“Kami segera mengatur jadwal penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Insyaallah dalam waktu dekat akan kami umumkan,” kata Prof. Safi’.

Sesuai regulasi yang berlaku, Program Studi Kedokteran dibatasi menerima maksimal 50 mahasiswa pada tahun pertama. Jumlah tersebut akan dibagi dalam dua kelas dengan masing-masing 25 mahasiswa.

Prof. Safi’ menuturkan, Fakultas Kedokteran UTM hadir dalam satu paket penyelenggaraan pendidikan, yakni Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter yang saling terintegrasi.

“Karena masih baru, pagunya dibatasi 50 mahasiswa. Fakultas Kedokteran ini juga langsung membuka dua program studi, yaitu sarjana kedokteran dan profesi kedokteran,” jelasnya.

Safi’ berharap kehadiran Fakultas Kedokteran dapat menjadi bagian dari solusi atas masih terbatasnya rasio tenaga dokter dibanding jumlah penduduk, khususnya di Madura dan wilayah kepulauan.

Untuk itu, guru besar bidang ilmu hukum perundang-undangan mengajak pemerintah daerah se-Madura ikut berperan melalui program kemitraan dan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa mendukung melalui kerja sama dan beasiswa. Nantinya para lulusan dapat kembali mengabdi di daerah asalnya sehingga membantu memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Madura,” pungkasnya. (*/hy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *