NeoIndo.com: Aktivis GMNI Bangkalan saat melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolres Bangkalan, Senin (19/10/2026). NeoIndo.com, Bangkalan — Puluhan massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Bangkalan melakukan aksi demonstrasi di depan Polres Bangkalan, Senin (19/10/2026) Korlap aksi sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Bangkalan Fawas El Madani mengatakan, massa aksi hadir ke Polres Bangkalan untuk menyuarakan kritik dan evaluasi kinerja Polres Bangkalan yang dinilai lambat. “Kami sudah mendiskusikan tuntutan yang kami bawa dalam testimoni aksi kali ini,” katanya, Senin (19/10/2026). Ada empat tuntutan massa aksi, pertama, meminta Polres Bangkalan menyelidiki izin perusahaan atau aktivitas peleburan atau produksi emas ilegal di salah satu desa di Kecamatan Kwanyar Bangkalan. “Itu pasti menggunakan bahan kimia berbahaya, selain merusak lingkungan, itu juga merugikan masyarakat sekitar,” ulasnya. Massa aksi juga meminta Polres segera menangkap bandar narkoba di Bangkalan, tidak hanya pemakai dan pengedar saja. Ada informasi soal dugaan pungli di Pos Polisi Junok, itu semua harus segera di evaluasi dan diselesaikan. “Kami merasa kinerja Polres ini lambat, jadi kami minta mulai sekarang lebih cepat dan tegas,” ulasnya. Fawas memberi waktu sepakan agar Polres Bangkalan melaksanakan semua tuntutan. Jika tidak, pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi yang lebih besar. “Kami beri waktu satu minggu, jika tidak selesai, kami akan datang dengan massa yang lebih besar,” tegasnya. Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo mengatakan, pihaknya mengarepsiasi aksi damai yang dilakukan aktivis GMNI ke Polres Bangkalan, pihaknya menerima kritik dan akan mengevaluasi kinerja aparat kepolisian. “Kami terima kritik dan masukannya, akan kami tindak lanjuti untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” singkatnya.(*/hy) Navigasi pos PAD PRKP Bangkalan 2026 Tercapai, Dinas Maksimalkan hingga Melebihi Target Kolaborasi PCNU dan PBNU di HSN 2026, PP Al Anwar Bangkalan Ditunjuk jadi Pusat Kegiatan