1000412972

NeoIndo.com: Mahasiswa pecinta lingkungan UTM saat audiensi di kantor DLH Bangkalan, Kamis (25/6/2026).

NeoIndo.com, Bangkalan – Sejumlah mahasiswa pecinta lingkungan dari Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan, Kamis (25/6/2026).

Koordinator Audiensi Syamsul Arifin menyampaikan, audiensi dilakukan karena banyak keluhan dari mahasiswa dan masyarakat soal lokasi pembuangan sampah di Desa Telang yang tidak representatif.

“Lokasi pembuangan sampah di Telang itu sangat mengganggu, selain menghambat saluran air, dan menyebabkan banjir, baunya mengganggu pengusaha UMKM disekitarnya,” katanya, Kamis (25/6/2026).

Pihaknya meminta agar DLH memindahkan lokasi pembuangan sampah ke lokasi yang lebih strategis. DLH juga seharusnya belajar pengelolaan sampah pada daerah yang berhasil mengelola sampah dengan baik.

“Kami sudah pilihkan daerah yang sudah berhasil mengelola sampah dengan baik sebagai solusi dan acuan, agar pengelolaan sampah di Bangkalan juga lebih baik,” terangnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah (DLH) Bangkalan, Kuspriyanto Suparman, mengaku terjadi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di Telang, karena lokasi Tempat Pembuanga Akhir (TPA) masih ditutup.

“Iya tadi audiensi terkait permasalahan sampah di Desa telang, pengangkutan tidak berjalan seperti biasanya karena TPA di Galis ditutup, tapi sekarang sudah bisa dibuka,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

DLH sudah melakukan respons cepat terkait penumpukan sampah tersebut, sementara ini dia mengaku hanya dapat melakukan penanganan jangka pendek karena keterbatasan anggaran.

“Kami saat sudah melakukan penanganan dengan mengangkut sampah yang ada di sana secara maraton.” paparnya.

Sedangkan berkaitan lokasi TPS yang kurang representatif, pihaknya sudah menyiapkan rencana pembangunan TPPS Tempat Pemrosesan Sementara (TPS) dengan sistem Reuce, Reduce, Recycle (3R) di Telang.

“Nanti jika TPS3R sudah beroperasi, volume sampah yang dibuang di TPS juga akan berkurang,” tutupnya.(*/hy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *