NeoIndo.com: Ilustrasi pengerjaan proyek rabat beton untuk area persawahan di Desa Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan NeoIndo.com, Bangkalan — Kepala Desa Arosbaya, Kecamatan Arosbaya diduga minta jatah potongan 10 persen untuk proyek rabat beton jalan menuju area persawahan di Bangkalan. Berdasarkan informasi yang beredar, Kepala Desa Arosbaya diduga meminta fee untuk proyek rabat beton sebesar 10 persen. Yang bersangkutan juga melakukan intimidasi dan pengancaman terhadap ketua dan bendahara kelompok tani. Proyek yang didanai APBN tersebut dianggarkan sekitar Rp280 Juta untuk rabat beton sepanjang 500 meter. Sehingga, jika dikalkulasi, 10 persen dari anggaran tersebut mencapai Rp28 Juta. Jika tidak diberikan sesuai dengan permintaan, kades tersebut mengancam akan menghambat pencairan yang akan diberikan kepada kelompok tani di Desa Arosbaya. “Ancaman ini kan tidak benar, bantuan dari pemerintah sudah ada mekanisme tersendiri,” Ujar salah seorang warga. Dugaan pemotongan fee proyek dan ancaman merupakan bentuk premanisme, sehingga sudah sepatutnya menjadi atensi serius pihak kepolisian, apalagi jika mengganggu program prioritas pemerintah. “Ini kan proyek pemerintah dalam rangka membangun swasembada pangan, jadi ini harus menjadi atensi serius para penegak hukum,” tutupnya. Media ini berupaya mengkonfirmasi dugaan pemotongan tersebut langsung ke Kepala Desa Arosbaya, tetapi yang bersangkutan tidak memberikan respon.(*/hy) Navigasi pos Geruduk Polda Jatim, APMP Desak Usut Tuntas Dugaan Perdagangan Emas Ilegal di Bangkalan Hasil Lelang Barang Rampasan Disembunyikan, Kasi BB Kejari Bangkalan Alergi Wartawan