NeoIndo.com: Kepala Dinas KBP3A Bangkalan Sudiyo saat diwawancarai dikantornya, Bangkalan, Rabu (24/6/2026). NeoIndo.com, Bangkalan – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Bangkalan, pastikan angka stunting turun di 2026. Kepala DKBP3A Bangkalan Sudiyo menyampaikan, ada perubahan skema penilaian dari pemerintah pusat untuk mengukur angka stunting di setiap daerah, yang semula dilakukan setiap tahun, mulai tahun 2025 dilakukan dua tahun sekali. “Penilaian tahunan terakhir di 2024, angka stunting Bangkalan 17 persen,” katanya, Rabu 24 Juni 2026. Ada dua langkah strategis DKBP3A Bangkalan dalam menangani stunting, yakni dengan pencegahan, sosialisasi dan edukasi oleh penyuluh KB, dan penanganan stunting pada balita, dengan memberikan suplai makanan bergizi gratis. “Adanya program MBG dari pemerintah pusat, sedikit banyaknya telah membantu penanhanan stunting pada balita,” ulasnya. Dengan langkah tersebut, Sudiyo yakin angka stunting di Kabupaten Bangkalan akan turun. Sebab, jika melihat angka laporan dari penyuluh di setiap kecamatan, jumlah balita stunting hanya sekitar 20-40 persen. “Penilaiannya akan dilakukan tahun ini, kami yakin angkanya stunting bisa turun,” tutupnya.(*/hy) Navigasi pos Qurban Sebelas Sapi, PUDAM Sumber Sejahtera Berbagi Daging dengan Masyarakat Kecil Kemenko Pangan Rembuk Tani di Bangkalan, Apresiasi Inovasi Geospasial DP2KP