hms 9148 (1)

Dok. Humas UTM: Rektor UTM Safi’ saat menganugerahkan Satyalancana Karya Satya X dan XX tahun pada tenaga pendidik di UTM usai upacara Hardiknas 2026 di halaman depan Graha Utama, UTM, Sabtu (2/5/2026).

NeoIndo.com, Bangkalan — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di taman kampus depan Gedung Graha Utama UTM, Sabtu (2/5/2026).

Upacara diikuti oleh seluruh sivitas akademika, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa dari berbagai fakultas.

Peringatan Hardiknas 2026 mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” menjadi momentum reflektif sivitas akademika meneguhkan kembali pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan peradaban bangsa.

Salah satu agenda utama dalam upacara tersebut, penganugerahan Satyalancana Karya Satya X dan XX tahun kepada 39 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan UTM.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi penerima dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, tata kelola kelembagaan, serta layanan akademik di berbagai fakultas, biro, dan unit penunjang akademik.

Penganugerahan ini menjadi simbol penghormatan atas loyalitas dan ketekunan para ASN dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara dan institusi.

Selain penganugerahan Satyalancana Karya Satya, UTM juga memberikan penghargaan kepada insan berprestasi dalam rangkaian peringatan Hardiknas 2026.

Penghargaan diberikan kepada Muhammad Nurul Anwar, mahasiswa berprestasi internasional, juara 1 dalam ajang Perak International Robotic Competition 2026 (PIRC’26), Nizar Amir sebagai dosen dengan artikel pada jurnal internasional terbanyak, serta Rosida Vivin Nahari, sebagai dosen dengan pemilik hak paten dan prototype terbanyak.

Rektor UTM Safi’ menegaskan, peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi, meneguhkan kembali spirit pendidikan nasional, serta memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional,” katanya, Sabtu 2 Mei 2026.

Ia juga menekankan, pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dijalankan secara tulus untuk memanusiakan manusia. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga proses menumbuhkembangkan potensi, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam diri peserta didik.

“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah manusia. Intinya adalah memuliakan manusia,” lanjutnya.

Safi’ juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas pendidikan melalui pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning, revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan dosen maupun tenaga kependidikan, penguatan karakter, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan pendidikan harus diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, kuat, dan tangguh.

“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, mulailah dari dalam kelas,” kutipnya dari amanat Hardiknas 2026.(*/hy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *