img 20260311 wa0073

NeoIndo.com: Pengurus ORADO Bangkalan saat mensosialisasikan The Law Of Domino bersama pelajar SMA SMK se Bangkalan di The Sky Resto, Bangkalan, Rabu (11/3/2026).

NeoIndo.com, Bangkalan – Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kabupaten Bangkalan mulai serius mengembangkan domino sebagai cabang olahraga prestasi di daerah.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi The Law of Domino kepada pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan yang berlangsung di The Sky Resto, Jalan HOS Cokroaminoto, Demangan Barat, Rabu (11/3/2026) itu diikuti puluhan peserta berusia 14 hingga 18 tahun.

Mereka merupakan perwakilan dari berbagai sekolah yang hadir untuk mengenal lebih jauh domino sebagai olahraga yang kini memiliki organisasi resmi dan sistem kompetisi yang jelas.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga berdiskusi langsung mengenai aturan permainan, strategi dasar, hingga mekanisme pertandingan dalam kompetisi domino resmi.

Ketua ORADO Kabupaten Bangkalan, Helmi Fuad, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem olahraga domino di Bangkalan, sekaligus memperkenalkan bahwa domino tidak sekadar permainan hiburan.

Menurutnya, selama ini masyarakat lebih mengenal domino sebagai permainan santai yang dimainkan di waktu luang. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir domino telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki organisasi resmi serta aturan permainan yang baku.

“Hari ini kami melakukan sosialisasi kepada siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Bangkalan. Kami ingin membuka wawasan generasi muda bahwa domino bukan hanya permainan santai, tetapi sudah menjadi olahraga yang memiliki aturan jelas dan bisa dipertandingkan secara profesional,” ujarnya.

Helmi menjelaskan, ORADO Bangkalan memiliki visi untuk membangun pembinaan atlet domino secara berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah menjaring bibit atlet sejak usia muda, terutama dari kalangan pelajar.

Menurutnya, usia remaja merupakan fase yang tepat untuk mulai membangun kemampuan berpikir strategis, konsentrasi, dan sportivitas yang menjadi bagian penting dalam permainan domino.

“Kami ingin mulai dari pelajar. Karena dari mereka inilah nanti akan lahir atlet-atlet domino masa depan yang bisa membawa nama Bangkalan di berbagai kejuaraan,” katanya.

Lebih lanjut Helmi mengungkapkan, sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju Bangkalan Domino Championship 2026 yang rencananya digelar pada 29 Maret 2026.

Kejuaraan tingkat kabupaten itu diharapkan menjadi ajang kompetisi perdana yang mampu mempertemukan para pemain domino dari berbagai kalangan, baik pelajar maupun masyarakat umum.

“Kejuaraan ini menjadi momentum untuk menjaring atlet-atlet domino yang potensial. Kami berharap dari Bangkalan bisa muncul pemain-pemain yang nantinya mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” jelasnya.

Dalam kejuaraan tersebut, panitia menyiapkan dua kategori pertandingan, yakni kategori junior dan kategori senior. Masing-masing kategori akan diikuti oleh 16 tim yang berasal dari sekolah, komunitas, maupun pemain domino yang telah memiliki pengalaman bertanding.

Selain sebagai ajang kompetisi, kejuaraan ini juga akan menjadi sarana evaluasi bagi ORADO Bangkalan dalam melihat potensi atlet yang dapat dibina secara lebih serius.

Helmi menegaskan bahwa para pemenang nantinya tidak hanya mendapatkan penghargaan, tetapi juga akan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Para pemenang akan kami kirim untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi. Dari sana mereka berkesempatan mewakili Bangkalan dalam ajang yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bangkalan, Moawi Arifin, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ORADO dalam mengembangkan domino sebagai cabang olahraga yang positif dan berpotensi melahirkan prestasi.

Menurutnya, setiap cabang olahraga yang ingin berkembang harus memiliki sistem pembinaan yang jelas, mulai dari tahap awal hingga mencapai prestasi.

Ia menjelaskan bahwa secara umum pembangunan prestasi olahraga memiliki tiga fase utama yang harus dilalui oleh seorang atlet.

“Secara umum pembangunan prestasi olahraga memiliki tiga fase, yaitu fase pembibitan usia dini, fase pertumbuhan, dan fase pendewasaan,” ujarnya.

Moawi menerangkan, fase pembibitan usia dini merupakan tahap awal ketika anak-anak mulai dikenalkan dengan berbagai jenis olahraga untuk menemukan minat dan bakat mereka.

Ia mengibaratkan fase ini seperti pendidikan di tingkat sekolah dasar, di mana anak-anak mulai belajar dasar-dasar sebelum melangkah ke tahap yang lebih serius.

Kemudian pada fase pertumbuhan, para atlet mulai mendapatkan pembinaan yang lebih intensif. Biasanya fase ini terjadi ketika atlet berada di usia sekolah menengah, di mana kemampuan teknik, strategi, serta kedisiplinan mulai dibentuk melalui latihan yang terarah.

Pada tahap ini, menurutnya, peran pelatih menjadi sangat penting dalam membimbing atlet agar berkembang secara optimal.

Sedangkan fase terakhir adalah fase pendewasaan. Pada tahap ini seorang atlet telah memiliki kematangan kemampuan, pengalaman bertanding, serta mental kompetisi yang kuat untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Pada fase pendewasaan ini atlet sudah siap bersaing di berbagai kompetisi, baik tingkat daerah, provinsi, maupun nasional,” jelasnya.

Moawi menambahkan, keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada bakat semata, tetapi juga pada sistem pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan pelatih yang kompeten.

Ia mengibaratkan bibit atlet seperti tanaman yang membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik.

“Ibarat tanaman, bibit yang bagus tetap membutuhkan pupuk agar bisa tumbuh optimal. Dalam olahraga, pupuk itu adalah pembinaan yang baik serta pelatih yang kompeten dan memiliki lisensi,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda di Bangkalan yang tertarik mengenal dan menekuni domino sebagai olahraga.

Melalui pembinaan yang sistematis sejak usia dini hingga tahap pendewasaan, ORADO Bangkalan optimistis domino dapat berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang mampu melahirkan atlet-atlet unggulan dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi.(*/hy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *