img 20251218 105727

NeoIndo.com, Bangkalan — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi membuka Program Magister Ilmu Kelautan mulai tahun baru 2026 mendatang. Program tersebut untuk mengembangkan potensi laut dan garam di wilayah pesisir Madura.

Pembukaan program Ilmu Kelautan dilandaskan pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, nomor: 1144/B/O/2025, tentang izin pembukaan program studi magister ilmu kelautan, tanggal 15 Desember 2025.

Rektor UTM, Prof Dr Safi’ mengatakan, pembukaan program magister merupakan bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan. UTM ingin berkontribusi nyata dalam mencerdaskan bangsa melalui penguatan pendidikan tinggi.

“UTM tidak hanya fokus pada pengembangan sarjana, tetapi juga mendorong lahirnya program magister yang relevan dengan potensi daerah,” ujar Prof Safi’, Rabu 17 Desember 2025.

Ia menjelaskan, Ilmu Kelautan dipilih karena Madura dan sekitarnya memiliki kekayaan sumber daya laut yang besar. Potensi tersebut perlu didukung dengan riset dan kajian akademik yang kuat.

Menurut Prof Safi’, kehadiran Program Magister Ilmu Kelautan akan membuka ruang riset lebih luas bagi dosen dan mahasiswa. Hasil riset diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

“Kami ingin riset yang dihasilkan tidak berhenti di kampus, tetapi bisa diaplikasikan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

UTM juga menyiapkan sumber daya pendukung, mulai dari dosen hingga fasilitas akademik. Persiapan tersebut dilakukan, agar kualitas pembelajaran tetap terjaga sejak awal program dibuka.

Rektor menambahkan, program magister ini dirancang untuk mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing. Lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan kelautan secara berkelanjutan.

“Lulusan Magister Ilmu Kelautan harus mampu menjadi problem solver di bidang kelautan,” tegas Prof Safi’.

Ia berharap pembukaan program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan. Sinergi penting untuk memperkuat peran UTM sebagai kampus berbasis potensi lokal.

“UTM optimistis dapat meningkatkan kontribusi di bidang pendidikan dan riset. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UTM dalam mencerdaskan bangsa,” tandasnya.(*/hy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *