img 20260227 041947

NeoIndo.com: Program pasar murah di Kabupaten Bangkalan penuh drama dan rekayasa, gagal sejahterakan rakyat.

NeoIndo.com, Bangkalan – Program pasar murah yang diselemggarakan pemerintah kabupaten Bangkalan tuai kecaman dari berbagai aktivis dan pemerhati kebijakan di Bangkalan hingga Surabaya.

Solidaritas Pangan Surabaya M Syaiful mengecam kegiatan pasar murah yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Bangkalan penuh drama intrik dan monopoli pasar demi memuaskan keinginan Bupati Bangkalan.

“Kalau hanya ingin memuaskan tuannya, harusnya tidak perlu ada upaya surat untuk memaksa ASN meramaikan, cukup dibeli saja antar pegawai, pasti berhasil,” katanya, Jumat (27/2/2026).

Pasar murah yang diselenggarakan pemerintah memang tidak pernah serius. Mereka hanya memaksa distributor untuk menjual langsung bahan pangannya di depan alun-alun, lalu dibeli oleh keluarga ASN atau kerabatnya.

“Kalau hanya selisih seribu hingga dua ribu perak, mana mungkin masyrakat di pelosok, di kecamatan-kecamatan mau ke alun-alun, jelas rugi bensin,” tegasnya.

Jika terus memaksa ingin dimeriahkan dan dilaksanakan, nama kegiatannya harus diganti Pasar Pura-Pura Murah. Sebab, itu jelas jelas mengkhianati masyarakat.

“Katanya pangan surplus sekian ribu ton, kenapa bukam itu dijual, kenapa merampas keuntungan distributor,” sindir Syaiful.

Sebagai contoh, Solidaritas Pangan sudah berulang kali menggelar pasar murah di Jawa Timur, lebih sering di Surabaya. Tentu dengan sumbangan dan solidaritas antar masyarakat, dan penentuan titik yang memang benar benar membutuhkan.

“Kami yang tidak punya anggaran dan hanya bersolidaritas, mampu hadir ditengah masyarakat, masak pemerintah perlu mobilisasi masa dan rekayasa demi membantu rakyatnya,” tutupnya.

Kepala Dinas Kominfo Bangkalan Zainal Alim menjelaskan, jika program tersebut bentuk pemerintah hadir untuk menekan inflasi dan menjual pangan harga murah untuk masyarakat.(*/hy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *