img 20260104 wa0003

NeoIndo.com: Ketua Komisi D DPRD Bangkalan H. Abdul Halim S.H., M.H saat berjalan kaki bersama ulama pada acara napak tilas isyaroh tongkat dan tasbih pendirian Nahdhatul Ulama dari Bangkalan ke Jombang, Minggu (4/12/2025).

NeoIndo.com, Bangkalan — Komite Dzurriyah Muassis Nahdhatul Ulama melaksanakan penderek napak tilas tongkat dan tasbih isyaroh pendirian NU dengan jalan kaki dari Bangkalan hingga Jombang, Minggu (4/12/2025).

Ribuan peserta dari berbagai daerah ikut serta dalam kegiatan bersejarah tersebut. Rombongan napak tilas berangkat dari Pondok Pesantren Nurul Cholil, Demangan, Bangkalan, berjalan kaki menuju Pelabuhan Kamal, setelah turun dari kapal, rombongan menuju makam Sunan ampel dan beranjak ke kantor PCNU Surabaya.

Usai dari kantor PBNU pertama itu, rombongan menuju terminal gubeng untuk menaiki kereta tujuan Jombang. Setelah di Jombang, rombongan melanjutkan ke pondok pesantren Tebu Ireng Jombang untuk menyerahkan tongkat dan tasbih sebagai isyarah pendirian NU di Indonesia.

Alumni sekaligus Dewan Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Surabaya H. Abdul Halim mengatakan, kegiatan napak tilas isyaroh pendirian NU merupakan acara penting untuk merefleksi dan mengingat sejarah peradaban dunia tentang awal mula pendirian NU.

“Tentu ini sejarah yang sangat penting, sebab, hingga saat ini NU terus menerus berkontribusi dan memberikan manfaat terhadap peradaban di Indonesia,” katanya, Minggu (4/12/2025).

Pria yang juga menjabat Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur itu juga mengapresiasi antusias masyarakat dari berbagai daerah yang hadir dan ikut serta. Menurutnya, itu menjadi bukti bahwa masyarakat sangat mencintai ulama dan Nahdhatul Ulama.

“Kami semua nanti akan berjalan kaki, naik kapal, kemudian naik kereta sesuai rute yang sudah disampaikan, semoga semuanya berjalan lancar sesuai keingina semua,” ulasnya. (*/hy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *