img 20260121 141026

NeoIndo.com: Anggota DPRD Bangkalan partai Gelora Samsol saat memberikan keterangan, Rabu (21/1/2026).

NeoIndo.com, Bangkalan — Kabupaten Bangkalan menjadi Kabupaten terendah di Madura dalam penilaian evaluasi kinerja pelayanan publik selama 2025, penilaian tersebut dikeluarkan Kementerian PAN RB pada Januri 2026.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menjelaskan, turunnya penilaian hasil evaluasi kinerja pelayanan publik di Kabupaten Bangkalan disebabkan adanya tambahan jumlah instansi yang menjadi objek survey. Tahun 2024 hanya tiga OPD, tahun 2025 sampai 1.020 instansi mulai dari OPD, Kecamatan, Puskesmas, Sekolah dan Desa.

“Ini kan ada perubahan yang cukup signifikan, itu mungkin menjadi salah satu kendala hasilnya tidak maksimal,” jelasnya.

Meski begitu, Bupati Lukman mengakui adanya kekurangan tersebut dalam setahun kepemimpinannya. Pihaknya akan melakukan evaluasi dan memperbaiki pelayanan publik agar nilainya meningkat di 2027.

“Kami akui itu menjadi kekurangan dan akan kami evaluasi, setidaknya penilaian tahun ini harus lebih baik,” ucap dia.

Anggota legislatif partai Gelora Samsol mengatakan, alasan bupati yang mengatakan adanya perubahan jumlah objek survey itu tidak tepat. Justru dengan bertambahnya jumlah instansi yang di survey, maka itu gambaran pelayanan publik di Bangkalan yang sesungguhnya.

“Kalau tahun 2024 hanya tiga instansi lalu nilainya -A dan sekarang dengan seribu lebih instansi nilainya B, maka jelas sudah, gambaran bagaimana kualitas pelayanan publik kita,” katanya, Rabu (21/1/2026).

Kata Samsol, kabupaten Bangkalan harusnya menjadi kabupaten paling maju, paling bagus layanan publiknya. Sebab, secara geografis, Bangkalan yang paling dekat dengan Surabaya dengan adanya Suramadu.

“Kalau kemudian malah jadi paling rendah se Madura, ini kan perlu dipertanyakan, seperti apa selama ini Bupati memimpin semua instansi di bawah kepemimpinannya,” terangnya.(“/hy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *