NeoIndo.com: Para peserta aksi saat melakukan orasi dan membakar ban bekas di depan kantor Pemkab Bangkalan, Senin (19/1/2026). NeoIndo.com, Bangkalan — Demo puluhan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan ricuh, diwarnai aksi dorong-dorongan dengan aparat dan tembakan water canon, di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Senin (19/1/2026). Puluhan masa aksi berangkat dari Sekretariat Komisariat di Desa Telang, kemudian melakukan blokade pertigaan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan. Masa bergerak dengan membawa tulisan Riset Bangkalan. Korlap Aksi Isra’ Mi’raj mengatakan, di bawah kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kabupaten Bangkalan makin merosot. Banyak kegiatan galian C ilegal, kualitas pendidikan belum sesuai, dan Penilaian Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik (PEKPP) Kabupaten Bangkalan anjlok. “Kalau peringkatnya turun dari 105 ke 190, ini jelas anjlok, jelas merosot, makanya kami hadir untuk diskusi dan evaluasi,” katanya, Senin (19/1/2026). Bupati Bangkalan Lukman Hakim menugaskan asisten kesejahteraan rakyat sekretariat daerah Anang Yulianto untuk menemui masa, tetapi masa menolak dan enggan menemui siapapun selain Bupati Bangkalan. Masa menegaskan, kehadirannya ke pemkab untuk menagih janji Bupati. Sebab, banyak janji yang disampaikan saat kampanye tapi tidak ada yang berhasil di realisasikan selama satu tahun masa pemerintahan. “Kami datang baik-baik, sesuai aturan, tapi ditembaki water canon, alat alat kami rusak, kami hanya minta Bupati keluar, ternyata dihalangi aparat,” terangnya. Masa memaksa masuk menerobos barisan pengamanan aparat kepolisian dan satpol Pp, setelah terjadi aksi dorong-dorongan, saat hendak membakar ban di depan gedung, polisi menembaki masa dengan water canon. Masa yang sudah ditembaki sepakat meninggalkan kantor pemkab meski Bupati Bangkalan sudah keluar. Orasi dilanjutkan di jalan Soekarno Hatta dengan memblokade jalan depan kantor Pemkab. Hingga berita ini ditulis, masa masih melakukan orasi didepan Bupati Bangkalan dengan pendampingan seluruh perwakilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) kabupaten Bangkalan. Bupati Bangkalan Lukman Hakim menjelaskan indikator penilian PEKPP tahun 2024 dan 2025 berbeda, lebih banyak tahun 2025. Meski begitu, Lukman mengakui bahwa pemerihtahannya masih butuh evaluas. “Tentu kami evaluasi, karena memang banyak sekali yang masih harus dibenahi, salah satunya soal pelayanan publik,” ucapnya. Lukman mengapresiasi kehadiran HMI untuk melakukan aksi demonstrasi. Kata Lukman, gagasan dsn ide yang disampaikan mas aksi sangat berarti untuk pembangunan di Kabupaten Bangkalan. Soal bentrok, itu jadi dinamakan aksi. “Kami minta maaf atas kejadian ricuh tadi, yang jelas, kami tidak bermaksud begitu dan tidak ada adu domba antara polisi dan mahasiswa, tidak ada,” ucapnya.(*/hy) Navigasi pos Menyusul Demokrat, Fraksi PAN DPRD Bangkalan Pertanyakan Kinerja Bupati Lukman Tata Birokrasi SPPG Tunjung 02 Burneh Diresmikan, Laksanakan Program MBG untuk 2.378 Penerima Manfaat